NE555 sebagai ASTABIL MULTIVIBRATOR

2.3 Duty cycle[5]

Duty cycle adalah perbandingan antara pulsa on dan off terhadap periode dengan besar amplitudo dan frekuensi pulsa adalah tetap. Duty cycle yang berubah-ubah ini menentukan besarnya keluaran tegangan yang dihasilkan. Jika semakin besar duty cycle maka semakin besar tegangan yang dihasilkan, dan sebaliknya semakin kecil duty cycle maka semakin kecil tegangan yagn dihasilkan. Dengan menghitung duty cycle yang diberikan, akan didapat tegangan output yang dihasilkan. Average voltage merupakan tegangan output yang dihasilkan. a adalah nilai duty cycle saat kondisi sinyal  “on”. b adalah nilai duty cycle saat kondisi sinyal “off”. Vfull adalah tegangan maximum masukan. Dengan menggunakan rumus diatas, maka akan didapatkan tegangan output sesuai dengan yang diinginkan.

2.4  Pembangkit Sinyal Pulsa (astabil multivibrator) [1]

Astabil multivibrator adalah rangkaian yang menghasilkan bentuk gelombang periodik yang spesifik, misalnya gelombang kotak, segitiga, gigi gergaji, atau sinusoidal. Astabil multivibrator berfungsi sebagai pemicu/trigger  transistor bekerja sesuai dengan besarnya duty cycle yang diinginkan. NE555 dapat digunakan untuk berbagai fungsi seperti monostabil operasi, astabil multivibrator, pembagi frekuensi, pulse width modulation, dan linier ramp. Dalam tugas akhir ini, NE555 digunakan sebagai astabil multivibrator. NE555 memiliki kemampuan supply tegangan sebesar 5-15 volt.

Pembangkit sinyal pulsa menggunakan rangkaian IC 555 yang memiliki spesifikasi sebagai berikut:

– Pin 1 (ground) : Merupakan titik 0 V komponen yang dihubungkan dengan ground rangkaian atau ground supply. Pin ini ditunjukkan oleh titik (notch) yang terdapat pada badan komponen.

– Pin 2 (trigger) : Merupakan salah satu input komparator bagian bawah yang akan dibandingkan dengan input lain pada komparator tersebut yang telah direferensikan nilainya sebesar 1/3 tegangan supply (Vs). Jika input trigger berubah dari high ke low dan besarnya kurang dari 1/3 Vs maka komparator bagian bawah ini akan mengaktifkan flip-flop sehingga akan dihasilkan output IC 555 dalam kondisi high. Pin trigger ini mempunyai impedansi yang sangat besar, yaitu > 2MΩ.

– Pin 3 (output) : Output IC 555 dinyatakan pada pin ini.

– Pin 4 (reset) : digunakan untuk membuat output IC 555 dalam kondisi low (reset) untuk semua kondisi input. Reset akan terjadi saat pin ini diberikan tegangan sebesar ≤ 0,7V.

– Pin 5 (control) : Merupakan salah satu input komparator bagian atas dimana input lain dari komparator adalah pin Threshold pada IC 555. Pin ini digunakan untuk mengatur tegangan ambang (threshold) yang telah diatur secara default sebesar 2/3 tegangan supply (Vs). Biasanya pin ini jarang digunakan dan saat tidak digunakan pin ini dihubungkan pada titik ground rangkaian melalui sebuah kapasitor 0,01uF yang berguna untuk mengurangi gangguan noise (desah).

– Pin 6 (threshold) : Saat tegangan input pin ini berubah dari low ke high dan besarnya lebih dari 2/3 tegangan supply (Vs) maka komparator bagian atas akan mereset flip-flop sehingga akan dihasilkan output IC 555 dalam kondisi low.

– Pin 7 (discharge) : Merupakan jalur pembuangan arus yang berasal dari kaki kolektor transistor NPN yang terdapat pada IC 555. Pin ini biasanya dihubungkan pada sebuah kapasitor yang juga berfungsi untuk mengatur pewaktuan (timing) IC 555.

– Pin 8 (VCC) : Sebagai input sumber tegangan DC yang digunakan untuk mengaktifkan IC 555. Sumber tegangan yang dapat digunakan sebesar 5V – 15V.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s