Prinsip pengelolaan energi di Indonesia

Yang paling penting adalah bagaimana Indonesia dapat menciptakan kedaulatan energi. kedaulatan energi yang terkandung dalam konstitusi 1945 pasal 33 ayat 4 yang Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, ramah lingkungan, kemandirian serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. Prinsip itu berarti:

  •  Kebersamaan berarti bangsa mengejar aturan semua pemangku kepentingan (pemerintah, sektor swasta, publik) dalam menciptakan kedaulatan energi untuk kesejahteraan masyarakat. Kebersamaan ditunjuk untuk memberikan perlakuan yang sama tanpa diskriminasi suku, lokasi, agama.
  • Efisiensi berkeadilan: Ekonomi dapat mencapai keadilan optimal jika keadilan tidak hanya meningkatkan kerukunan dan solidaritas sosial, tetapi juga meningkatkan insentif untuk menciptakan lebih banyak innovation.That ini mengapa jika pertumbuhan bisa dipercepat, sehingga akan memecahkan kemiskinan dan distribusi pendapatan.
  • Keberlanjutan berarti bagaimana bangsa menjamin keamanan energi untuk respon pasar cepat berubah dan dinamis. keamanan energi merupakan kondisi memastikan ketersediaan energi di mana masyarakat dapat mengakses dan membeli dengan harga rasional, terjangkau dalam jangka panjang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Eksploitasi dan eksplorasi harus menganggap sumber daya alam untuk generasi berikutnya. Kita harus perspektif baru yang kami pinjamkan sumber daya alam dari generasi masa depan. Bangsa harus membuat infrastruktur gas, infrastruktur listrik dan infrastruktur kilang.
  • ramah lingkungan: berarti mengenai faktor lingkungan seperti penghijauan, lingkungan analis dampak (AMDAL) jadi kita harus mengelola reources alami dalam perencanaan, kebijaksanaan, dan tanggung jawab. Bangsa harus membuat kebijakan publik untuk mengenai kepentingan nasional. Beberapa tahap pembuatan kebijakan: Identifikasi masalah, formulasi Kebijakan, adopsi Kebijakan, pelaksanaan Kebijakan, Kebijakan assesment. Umumnya, pembangkit listrik Indonesia tergantung energi tak terbarukan seperti minyak, batubara, dan gas. Ini disebabkan emisi gas rumah kaca. Untuk memecahkan masalah ini, berbagai macam aksi mitigasi dilakukan melalui 2 sisi produksi energi (energi diversifikasi seperti panas bumi, tenaga air, solarcell, dan angin) dan konsumsi energi (penghematan tindakan energi.
  • Kemandirian energi berarti bangsa menjamin ketersediaan energi berdasarkan potensi domestik seperti modal manusia, teknologi, desain, pendanaan, dan sumber energi. Jadi, negara-negara lain tidak bisa mengintervensi Indonesia dalam mengelola energi karena menggunakan sumber domestical manusia dan sumber daya energi
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s